Bahaya Gila Kerja Terhadap Kestabilan Emosi

Meski orang Islam ada refreshing dengan shalat 5 waktu, bukannya tidak mungkin terserang stres. Apa aja yang perlu dihindari agar kita tetap stabil emosinya?
George Griffing, M.D, profesor pengobatan internal dari Saint Louis University, Filipina menjelaskan, menurutnya banyak orang membiarkan hidupnya tidak sehat karena mengejar target atau pekerjaan lain. Tanpa disadari akan memicu tekanan psikis yang bisa membahayakan kesehatan.

Mau tahu penyebab anda dalam tekanan psikis?

Berikut adalah hal-hal serius yang bisa mengganggu kesehatan kita. Bukan hanya sekedar kesehatan fisik saja tetapi juga akan mempengaruhi psikologi. Ketika seseorang menjadi workaholic, ada 6 masalah yang akan dialami.

1. Lupa bersantai


Stres karena frekuensi pekerjaan bisa membuat seseorang termotivasi untuk tetap bekerja. Tetapi bila berlarut-larut seseorang bisa lupa bagaimana caranya memanjakan diri. Keadaan stres bisa memicu emosi yang tidak stabil.




2. Tidak bisa menikmati makan
Orang yang gila kerja selualu berpikir menikmati makan pada tempatnya sangat membuang waktu. Namun makan didepan komputer juga tidak bisa dinikmati.





3. Kurang tidur
Waktu tidur normal adalah 8 jam. Orang yang gila kerja cenderung memiliki sedikit waktu tidur. Kurang tidur bisa mengurangi konsentrasi dan membuat emosi tidak stabil.






4. Bekerja saat sakit.

Dalam keadaan sakit pun akan tetap bekerja padahal stamina sangat berpengaruh pada produktifitas.












5. Minum kopi berlebih

Konsumsi kopi berlebih bisa memicu resiko serangan jantung, gangguan pencernaan, kecanduan dan penuaan dini.
Karenanya Kecerdasan emosional, spritual dan intelektual dalam kehidupan mutlak diperlukan, kekurangan satu diantara ketiga faktor tersebut akan mengganggu interaksi anda secara sehat, baik fisik, psikis maupun spiritual.








Juga supaya tidak lekas stres ketika anda seorang workaholic alias gila kerja yang bisa menekan psikis kita, imbangi dengan shalat dan banyak istigfar......
Jadi tetap hati-hati ya....
Share:

Umat Muslim Haram Merayakan Valentine's Day



Oleh: Ust. Zen Yusuf Al Choodlry

Fenomena perayaan Valentine's Day tidaklah terlalu asing di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya. Para remaja, walau baru kelas satu SMP, sudah mengenal budaya setan ini. Mereka biasa merayakannya dengan mengadakan lomba saling merayu antara lawan jenis, saling memberikan bunga dan hadiah kepada pacarnya, mengadakan pesta musik yang terkadang disertai minuman keras tanpa mempedulikan terjadinya percampuran pria dan wanita non-mahram. Bahkan, acara ini oleh mereka dijadikan ajang untuk mengekspresikan hawa nafsu kepada lawan jenis, misalnya mencium pipi, memegang tangan, sampai melakukan perbuatan yang kelewat batas, naudzu billahi min dzalik. Lucunya, perayaan ini pun rupanya tidak hanya dilakukan oleh anak muda. Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan tante-tante pun tidak ketinggalan 'bertaklid' merayakan budaya sesat ini.

Lebih memprihatinkan lagi, budaya ini telah menjarah remaja Islam, remaja yang diwanti-wanti oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk selalu mengikat perilakunya dengan ajaran Islam dan tidak membebek kepada cara hidup orang kafir, malah larut dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah Islam.

    Budaya perayaan Valentine's Day telah menjarah remaja Islam . . .membebek kepada cara hidup orang kafir dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah Islam.

Mereka yang melakukan perayaan ini berdalih dengan kasih sayang. Padahal, pesta semalam suntuk dalam rangka ber-Valentine's Day diikuti dengan perbuatan dan tindakan yang bertentangan dengan moral dan agama (khususnya agama Islam) tidak akan melahirkan kasih sayang yang sejati. Kasih sayang yang dilahirkannya hanyalah kasih sayang semu dan palsu. Bukan kasih sayang, mungkin lebih tepat disebut hawa nafsu.

    Ber-Valentine's Day tidak akan melahirkan kasih sayang yang sejati. . . Bukan kasih sayang, mungkin lebih tepat disebut hawa nafsu. 

Sejarah Singkat Valentine's Day

Valentin, atau Valentinus yang di Indonesia beberapa waktu terakhir ini mulai dipopulerkan secara luas dengan istilah Valentin (tanpa e atau huruf s) sebetulnya nama seorang martir (orang Kristen yang terbunuh karena mempertahankan ajaran agama yang dianutnya). Valentin yang sebenarnya adalah nama seorang tokoh agama Kristen yang karena kesalehan dan kedermawanannya diberi gelar Saint atau Santo disingkat dengan St., yang mempunyai tempat istimewa di dalam ajaran agama ini. Panggilan atau gelar ini dilekatkan pula kepada tokoh Kristen yang lainnya, seperti St. Paul, St. Peter, St. Agustine dan sebagainya. St. hanya dihubungkan dengan nama seorang penganjur dan pemimpin besar agama Kristen, dan karena itu tidak dapat diberikan kepada sembarang pemeluk agama ini, yang tingkat keagamaannya masih rendah.

St. Valentin ini karena pertentangannya dengan Kaisar CLAUDIUS II, penguasa Romawi pada waktu itu, berakhir dengan pembunuhan atas dirinya pada abad ketiga, tepatnya pada tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Menurut kepercayaan Kristen, kematian Valentin ini dikategorikan martir membela agamanya, sebagaimana orang Islam menyebut syahid bagi seorang muslim yang terbunuh di medan jihad.

Kematian yang tragis, kesalehan, dan kedermawanan Valentin ini tidak dapat dilupakan oleh para pengikutnya di belakang. Valentine dijadikan simbol bagi ketabahan, keberanian, dan kepasrahan seorang Kristen menghadapi kenyataan hidupnya. Namanya dipuja dan diagungkan dan hari kematiannya diperingati oleh pengikutnya dalam setiap upacara keagamaan yang dianggap sesuai dengan peristiwa tragis itu. Upacara peringatan yang pada mulanya bersifat religius itu dimulai pada abad ketujuh Masehi dan berlangsung sampai abad keempat belas, dan setelah abad itu signifikansi keagamaannya mulai hilang dan tertutup oleh upacara dan ceremony yang non-agamis.

Hari Valentin, sebagaimana dikatakan di atas, adalah hari kematian Valentine yang kemudian diperingati oleh para pengikutnya setiap tanggal 14 Februari. Kemudian hari Valentine ini dihubungkan pula dengan pesta atau perjamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut supercalia yang biasanya jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang Romawi masuk Kristen, maka pesta supercalia itu secara religius dikaitkan dengan kematian atau upacara kematian St. Valentine.

Penerimaan Valentine sebagai model kasih sayang tulus diduga seperti berasal dari kepercayaan orang Eropa, bahwa masa kasih sayang mulai bersemi bagi burung jantan dan burung betina pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Perkiraannya atau kepercayaannya ini lalu berkembang menjadi pengertian umum bahwa sebaiknya pihak pemuda mencari seorang pemudi (wanita) untuk menjadikan pasangannya dan sebaliknya pada tanggal tersebut. Bersamaan dengan itu, mereka menyarankan untuk saling tukar tanda mata atau cadeau (kado) sebagai lambang terbinanya kasih sayang di antara mereka. Namun, Valentine ini lebih dipopularkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk greeting card (kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I.

    Valentine ini lebih dipopularkan lagi oleh orang-orang Amerika dalam bentuk greeting card (kartu ucapan selamat) terutama sejak berakhirnya Perang Dunia I.

Hukum Merayakan Valentine's Day

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi, bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syiar dan kebiasaan. Padahal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).

Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat keluar menuju Perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian'." (HR At-Tirmizi, ia berkata, hasan sahih).

Berkasih-sayang versi valentinan ini haruslah diketahui terlebih dahulu hukumnya, lalu diputuskan apakah akan dilaksanakan atau ditinggalkan. Dengan melihat dan memahami asal-usul serta fakta pelaksanaan Valentine's Day, sebenarnya perayaan ini tidak ada sangkut pautnya sedikit pun dengan corak hidup seorang muslim. Tradisi tanpa dasar ini lahir dan berkembang dari segolongan manusia (kaum/bangsa) yang hidup dengan corak yang sangat jauh berbeda dengan corak hidup berdasarkan syariat Islam yang agung.

Sangat jelas bahwa Valentine Day adalah budaya orang kafir, yang kita (umat Islam) dilarang untuk mengambilnya. Kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yang jelas-jelas bertentangan dengan akidah Islam. Sungguh, ikut merayakan hari valentin adalah tindakan haram dan tercela.


    Valentine Day adalah budaya orang kafir, yang kita (umat Islam) dilarang untuk mengambilnya.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan, perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah, atau kekufuran. Padahal, dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala."

    . . . Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram . . . .  

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut. Pertama, ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf saleh (pendahulu kita)--semoga Allah meridhai mereka. Maka, tidak halal melakukan ritual hari raya mereka, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup) yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan semoga meliputi kita semua dengan bimbinga-Nya."

Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang dan dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Maidah: 51).

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-Mujadilah: 22)

    Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang dan dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam surga yang hamparannya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadis Qudsi, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, saling berkorban karena Aku, dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR Ahmad). Wallahu a'lam.

Sumber:

1. The standart International Dictionary, jilid 18 halaman 5090. The Encyclopedia Americana, jilid 27 halaman 859. (dari www.isnet.org/archive-milis/archive99).
2. Valentine's Day Bukan Ajaran Islam, Drs. Nur'i Yakin Mch, SH, M.Hum.
3. www.alsofwah.or.id
4. www.hidayatullah.com
[PurWD/voa-islam.com]
Share:

Remaja Cerdas, Tolak Valentine!

Tiap tahun membicarakan Valentine. Tiap tahun juga makin banyak Muslim yang sadar untuk mengingatkan saudaranya akan bahayanya hari Valentine. Tapi anehnya, kok ya masih banyak remaja-remaja yang keras kepala tidak mau sadar dan disadarkan akan bahaya yang sedang mengintainya ini. Gimana nggak bahaya kalau hari Valentine itu merusak dari semua segi, mulai akidah hingga ke amaliah. Mulai dari keyakinan kamu sebagai seorang muslim hingga ke perbuatan.

Asal-muasal hari Valentine sendiri tak bisa dilepaskan dari sejarah milik non muslim. Ada versi yang menyatakan bahwa seorang pendeta bernama Valentino rela mati demi membela dua anak manusia memadu cinta dalam sebuah ikatan yang TIDAK sah. Ya, karena satu dan lain hal, kedua remaja yang sedang di mabuk cinta ini nekad melanggar aturan. Versi lain tentang asal-muasal Valentine yaitu bahwa hari ini adalah hari kawinnya burung tertentu lalu ditiru oleh manusia zaman itu. Dan masih banyak versi lainnya yang semuanya itu mengarah ke pergaulan bebas antar lawan jenis.

Nah, jelas banget bahwa dari sejarahnya saja sudah sangat kentara bahwa perayaan ini bukan milik kita, umat Islam. Apalagi bila kita jeli tentang perkembangan perayaan hari Valentine yang semakin tahun semakin mengokohkan saja yang namanya gaul bebas itu. Pesta seks digelar. Miras? Jangan ditanya. Intinya, perayaan Valentine adalah perayaan kemaksiatan yang dibungkus modernitas. Padahal sekali maksiat tetep aja maksiat judul dan isinya. Maka, remaja muslim yang cerdas pastilah gak mungkin ikut-ikutan perayaan semacam ini.

….Masih banyak remaja muslim yang ikut-ikutan merayakan hari Valentine. Mereka gak tahu kalau perayaan Valentine adalah budaya non Islam yang penuh kemaksiatan….

Tapi kok masih banyak remaja yang mengaku dirinya muslim ikut-ikutan merayakan hari Valentine? Ada beberapa faktor. Bisa jadi tuh remaja gak tahu kalau perayaan Valentine adalah budaya non Islam yang berisi kemaksiatan. Sajikan fakta bahwa pesta atau perayaan valentine selalu diisi dengan hal-hal yang berbau pergaulan bebas. Bahkan banyak data menunjukkan penjualan kondom laku keras di malam Valentine ini. Bila remaja itu masih ngotot ikutan merayakan Valentine, maka jelas banget kalo tuh remaja bukan tipe yang cerdas.

Hanya remaja yang tak memakai otak saja yang mau ikut-ikutan perayaan hari Valentine. Mereka ini ibarat kerbau yang dicocok hidungnya dan mengekor saja apa yang dilakukan oleh orang lain tanpa dia paham maknanya. Bagi remaja pintar, ia pasti akan memaksimalkan otaknya plus keimanannya untuk menimbang perbuatan yang akan dilakukannya. Dan tentu saja, perayaan hari Valentine tak masuk ke dalam hitungannya.

Jadi, daripada kamu sibuk mempersiapkan acara Valentinan pada tanggal 14 Februari nanti, mending kamu mempersiapkan diri dan amunisi untuk memahamkan teman-temanmu yang masih keukeuh mau merayakan hari kemaksiatan itu. Kamu bisa mulai dengan menempelkan banyak tulisan-tulisan yang intinya menyadarkan remaja muslim dari acara hari Valentine. Nah, bila ini sudah maksimal kamu lakukan, hasilnya serahkan Allah saja.

….Remaja yang cerdas, so pasti berani suarakan TOLAK VALENTINE dengan tegas....

Remaja yang membaca tulisan dan seruan itu, akan terlihat kualitasnya usai mereka membacanya. Akan terlihat mana yang cerdas yaitu mereka yang mencampakkan ide dan perayaan hari valentine, dan mereka yang membeo yaitu mereka yang tetap ikut-ikutan merayakaannya. Dan remaja muslim berkualitas, so pasti pilih yang pertama. Karena remaja cerdas, berani tegas suarakan “TOLAK VALENTINE”! [riafariana/voa-islam.com]
Share:

Fans Ariel & Luna: Histeria Pemuja Zina

Ariel dihukum 3 tahun 6 bulan dipotong masa tahanan 6 bulan. Jadi, tiga tahun ke depan, si Ariel ‘Peterporn’ akan menghuni hotel prodeo alias penjara. Itu juga kalau pelaksanaan hukum dilakukan dengan konsisten. Pada faktanya, di lapangan hukuman tiga tahun itu bisa jadi cuma ditempuh selama satu atau dua tahun saja.

Pezina cuma dihukum 3 tahun saja, cuma ada di negeri ini. Pezina banyak fans-nya dan dibela setengah mati, juga cuma ada di sini, negeri yang berasas Pancasila dan UUD 1945. Tak heran, perkosaan dan perzinaan merajalela pasca beredarnya video porno para artis tersebut. Ingat, bukan lagi diduga karena memang benar-benar merekalah pelakunya. Meskipun berulangkali si Lunmay (Luna Maya) mengatakan dirinya dan kekasih mesumnya adalah korban, sesungguhnya mereka adalah korban yang semakin tenar karena perilakunya sendiri.

Pernahkah terpikir bagi si Lunmay dan Ariel bahwa di luar sana banyak korban anak-anak usia 7 tahun yang diperkosa karena si pemerkosa meniru adegan pornonya tersebut? Pernah jugakah Ariel membayangkan anak perempuannya ada yang memperkosa karena si pemerkosa ingin meniru perbuatan mesum bapak dari anak yang diperkosa? Tak ada raut sesal dan sedih sama sekali dari wajah keduanya. Bahkan sebaliknya, mereka tak tahu malu dan seolah menantang masyarakat negeri ini bahwa perbuatan mereka sah-sah saja karena dilakukan suka sama suka.



Parahnya lagi, kelakuan tak bermoral keduanya seolah dipuja oleh para fans yang buta mata hati dan keimanannya. Usai siding keputusan hukuman Ariel, fans cewek pada berteriak histeris sambil menangis memanggil-manggil Lunmay yang pingsan. Ihh…jijik banget melihatnya. Padahal si Lunmay kenal aja enggak. Jangankan kenal, menoleh aja enggak. Ngapain juga susah-susah nangis histeris untuk pezina?

Sobat remaja, moga aja kamu bukan termasuk ke dalam barisan mereka yang mengidolai pezina apa pun itu alasannya. Yang menghargai karyanya-lah, yang itu urusan pribadinya-lah, yang mereka sebagai manusia biasa bisa membuat kesalahan-lah, dll. Masalahnya, mereka manusia biasa yang bukannya tobat karena berzina tapi malah bangga dengan perzinaan tersebut! Catat itu ya!

Remaja yang cerdas pasti ogah banget ngefans dengan pezina. Hanya remaja yang akhlaknya gak beda jauh dengan yang diidolai saja yang masih mengidolakan si Lunmay dan Ariel ini. Karena yang namanya fans pastilah menyukai apa yang ada di diri si idola termasuk kelakuan zinanya. Gak usah jauh-jauh, kamu bisa membayangkan sendiri andaikan sodara kamu ada yang dizinai sedemikian rupa, apa iya kamu masih ngefans dengan si pezina? Na’udzubillah banget kalo kamu sampe bilang iya. Nyadar oey!

Keluarga Ariel aja gak ada yang datang menyaksikan pembacaan siding keputusan hukuman salah satu anggota keluarga. Lha kok kamu yang kenal aja enggak, sodara juga bukan, mau-maunya bela-belain datang dan nangis-nangis histeris manggil-manggil si pezina. Besar kepala dua orang itu merasa diri hebat karena berzina pun tetep masih ada yang ngefans.

....Gak usah ikut-ikutan ngefans terhadap pelaku zina. Lha wong di penjara saja mereka sempat berbuat mesum dengan saling pangku-pangkuan kok. Inilah akibatnya kalo perbuatan maksiat dipuja dan disanjung, bukannya tobat malah kebablasan tingkah lakunya....

Jadi udah deh, gak usah aneh-aneh ikut-ikutan ngefans terhadap pelaku zina. Selama mereka belum taubatan nasuha (tobat sebenar-benarnya tobat dan tidak akan mengulangi lagi), yakin deh mereka akan mengulangi perbuatan yang sama. Lha wong di penjara saja mereka sempat berbuat mesum dengan saling pangku-pangkuan kok. Inilah akibatnya kalo perbuatan maksiat dipuja dan disanjung, bukannya tobat malah kebablasan tingkah lakunya. Dan ingat, bila kamu termasuk salah satu dari mereka yang tetap ngefans sama pezina, maka kamu juga turut andil dalam melestarikan kebejatan dan kemaksiatan itu. Waspadalah! [ria fariana/voa-islam.com]
Share: